BORNEONEWS, Palangka Raya – Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Tengah mencatat penyaluran kredit perbankan untuk mendukung pengembangan budi daya buah naga di daerah tersebut mencapai Rp7,21 miliar pada Juni 2026.
Pembiayaan itu disalurkan kepada 61 debitur sebagai bagian dari program Pengembangan Ekonomi Daerah atau PED yang difokuskan pada penguatan komoditas unggulan.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz mengatakan, penyaluran kredit tersebut meningkat dibandingkan posisi Mei 2026 yang tercatat sebesar Rp6,5 miliar kepada 56 debitur.
“Terdapat penambahan penyaluran kredit oleh perbankan kepada pembudi daya sebesar Rp665 juta, dari semula Rp6,5 miliar kepada 56 debitur pada Mei 2026 menjadi Rp7,21 miliar kepada 61 debitur pada Juni 2026,” katanya di Palangka Raya, Jumat, 31 Juli 2026.
Menurut Primandanu, pembiayaan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, seperti penanaman, perawatan, dan pemupukan tanaman buah naga.
Dana kredit juga dimanfaatkan untuk investasi berupa perluasan lahan, pembangunan gudang atau tempat penyimpanan, serta pembelian alat angkut.
Dukungan perbankan tersebut merupakan implementasi dari perjanjian kerja sama program PED yang melibatkan pembudi daya, perusahaan pembeli hasil produksi atau offtaker, serta pelaku usaha jasa keuangan.
Tiga jenis pelaku usaha jasa keuangan yang terlibat meliputi perbankan, perusahaan penjaminan, dan perusahaan asuransi.
“Kami bersama pemerintah berkomitmen mendukung pengembangan keunggulan daerah secara terarah dan berkelanjutan,” jelas Primandanu.
Ke depan, seluruh pihak akan memperluas akses pembiayaan dan memperkuat pendampingan kepada para pembudi daya.
Pemantauan dan evaluasi juga akan dilakukan secara berkala untuk memastikan program berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Primandanu menegaskan pengembangan ekonomi daerah membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, lembaga jasa keuangan, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Kami berharap pengembangan komoditas buah naga dapat memberikan nilai tambah serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.









