NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau bersama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Regional IX Kalimantan Tengah 2 membahas rencana pengelolaan sekitar 27 ribu hektare lahan hasil penertiban kawasan hutan di daerah tersebut.

Pembahasan dilakukan melalui audiensi antara jajaran Pemkab Lamandau dan perusahaan sebagai langkah awal membangun kolaborasi dalam pengelolaan lahan secara produktif.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra mengatakan, investasi yang masuk harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami menyambut baik rencana kerja sama ini. Investasi yang masuk ke daerah harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Rizky di Nanga Bulik, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurutnya, manfaat investasi tidak hanya diukur dari kegiatan usaha yang dijalankan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dalam pertemuan tersebut, PT Agrinas Palma Nusantara menyampaikan telah mendapat penugasan dari pemerintah pusat untuk mengelola lahan hasil penertiban yang dilakukan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan.

Potensi lahan yang akan dikelola di Kabupaten Lamandau diperkirakan mencapai sekitar 27 ribu hektare. Dari luas tersebut, sekitar 250 hektare telah mulai dioperasikan.

Pengelolaan lahan diharapkan terus berkembang melalui koordinasi antara perusahaan dan pemerintah daerah agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian Lamandau.

Rizky juga mendorong keterlibatan perguruan tinggi, termasuk Politeknik Lamandau, dalam mempersiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan program perusahaan.

Perguruan tinggi dinilai dapat menjadi mitra strategis dalam menyediakan pelatihan, meningkatkan keterampilan, dan menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten.

Selain itu, Bupati menekankan agar tenaga kerja lokal mendapat prioritas dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami berharap masyarakat Lamandau dapat merasakan langsung dampak positif dari investasi yang dilaksanakan di daerah,” ujarnya.

Pemkab Lamandau berharap kerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara tidak hanya mengoptimalkan pengelolaan lahan hasil penertiban kawasan hutan.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang kerja, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.