BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Langkap meminta tenaga kesehatan tetap siaga selama musim kemarau karena meningkatnya risiko penyakit, khususnya diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
"Kami mengimbau petugas kesehatan jangan meninggalkan tempat pelayanan karena musim seperti ini sangat rawan terhadap penyakit, terutama diare dan ISPA," kata Langkap, Jumat, 31 Juli 2026.
Ia menilai kondisi udara pada musim kemarau menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus gangguan saluran pernapasan. Karena itu masyarakat diminta disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
"Masyarakat harus memakai masker. Debu akibat kemarau membuat kualitas udara menurun dan meningkatkan risiko ISPA. Kalau tidak ada keperluan penting, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah," ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kotim hingga pekan ke-28 tahun 2026, tercatat 14.987 kasus ISPA dan 3.852 kasus diare.
Kasus diare bahkan telah menyebabkan empat bayi meninggal dunia, masing-masing berusia 7 hari, 3 bulan, 6 bulan, dan 7 bulan.
Langkap berharap masyarakat lebih memperhatikan kebersihan diri, menjaga kualitas air yang dikonsumsi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala diare maupun ISPA.
Ia juga meminta seluruh tenaga kesehatan meningkatkan kewaspadaan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal selama puncak musim kemarau berlangsung. (DEWI PATMALASARI/y)









