KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang  –  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan masih membuka Posko Kesehatan di SMP Negeri 1 Kuala Pembuang pada hari kedua, Jumat, 31 Juli 2026, untuk memberikan pelayanan kepada siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan akibat dugaan mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Seruyan, dr. Yulita Handayani, mengatakan hingga Jumat siang tercatat sebanyak 25 orang datang berobat ke Posko Kesehatan.

Rinciannya, sebanyak  23 siswa SMP Negeri 1 Kuala Pembuang, satu orang guru, dan satu siswa berasal dari SMA Negeri 1 Kuala Pembuang.

"Dari jumlah tersebut, ada satu siswa SMP yang kondisinya cukup lemas sehingga kami rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata Yulita.

Ia menjelaskan, berdasarkan data terbaru, jumlah pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Kuala Pembuang kini mencapai 15 orang.

 Sebanyak 14 pasien sebelumnya telah dirawat, ditambah satu pasien yang baru dirujuk dari Posko Kesehatan dan masih menjalani observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Sementara itu, pada hari pertama operasional Posko Kesehatan tercatat 19 orang mendapatkan pelayanan medis. Mereka terdiri atas 18 siswa dan guru SMP Negeri 1 Kuala Pembuang serta satu siswa SMA Negeri 1 Kuala Pembuang.

Menurut Yulita, sebagian besar pasien datang dengan keluhan yang hampir sama, yakni muntah, diare, pusing, dan mual. Untuk pasien dengan kondisi ringan, petugas memberikan pengobatan sesuai gejala yang dialami, seperti obat antinyeri maupun antidiare.

Selain memberikan pengobatan, tenaga kesehatan juga mengedukasi siswa dan orang tua mengenai pentingnya menjaga asupan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi akibat diare. Kemudian diimbau segera membawa  ke rumah sakit apabila kondisi tidak membaik atau justru semakin memburuk.

Dinkes Seruyan memastikan Posko Kesehatan akan tetap beroperasi dengan menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan.

Diharapkan seluruh siswa yang mengalami keluhan dapat terdata dan memperoleh penanganan sehingga jumlah kasus terus menurun dalam beberapa hari ke depan. (FAHRUL/y)