BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kawasan wisata Siring Tjilik Riwut yang terletak di Jalan Tjilik Riwut, Gang Damai, Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, kini menunjukkan dinamika yang memprihatinkan. Salah satu destinasi wisata ruang publik milik kota tersebut terbilang makin sepi dan minim dari aktivitas pengunjung.
Berdasarkan pantauan Borneonews pada Jumat sore, 31 Juli 2026, suasana di lokasi siring tampak begitu lengang. Tidak terlihat lalu lalang pengunjung ataupun masyarakat yang bersantai di area pedestrian tersebut, membuat kawasan ini berkesan kosong melompong meski berada di tengah pemukiman warga.
Padahal, dari segi tata ruang dan estetika, kawasan Siring Tjilik Riwut ini menyimpan potensi visual yang cukup menawan dan unik. Jalur pejalan kaki dirancang berupa jembatan semen di atas aliran anak sungai, dihiasi pola cat lantai berwarna-warni, pagar pembatas merah-putih, serta dilengkapi gazebo kayu beratap bergaya khas daerah yang sangat cocok sebagai tempat bersantai.
Akan tetapi, pesona fisik tersebut tampaknya belum cukup kuat untuk mempertahankan daya tarik pengunjung dalam jangka panjang. Euforia keberadaan objek wisata ini dinilai terus menurun seiring berjalannya waktu, hingga akhirnya menjadi tempat yang terasing dari ramainya aktivitas masyarakat.
Salah seorang warga setempat, Yasmin, membenarkan bahwa kawasan tersebut saat ini memang sangat jarang dikunjungi orang. Menurutnya, antusiasme masyarakat hanya membumbung tinggi di awal-awal peresmian siring tersebut.
"Iya, jarang sekali dikunjungi. Mungkin waktu awal-awal saja banyak yang datang berswafoto ria," ungkap Yasmin saat dijumpai di sekitar lokasi.
Kondisi sepinya Siring Tjilik Riwut ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak terkait maupun pengelola pariwisata daerah. Diperlukan sentuhan inovasi kegiatan, penambahan fasilitas pendukung, atau promosi berkala agar aset destinasi yang memiliki lanskap unik ini tidak sekadar menjadi infrastruktur mati, melainkan kembali hidup sebagai ruang publik yang diminati warga. (SABRIANOOR/y)









