KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Barito Kuala - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dalam skala cukup luas melanda kawasan Desa Sampurna 2, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Jumat sore, 31 Juli 2026. Peristiwa ini memicu kepulan asap tebal yang membumbung tinggi dan menyelimuti wilayah sekitar.

Berdasarkan laporan di lapangan, kobaran api dengan cepat membesar di area lahan semak belukar dan pekarangan terbuka. Kondisi cuaca yang kering serta hembusan angin yang sangat kencang menjadi pemicu utama cepatnya penyerbaran titik api ke berbagai penjuru lahan di kawasan Ray 7 Jejangkit tersebut.

Keadaan kian diperparah oleh tebalnya kabut asap yang mulai menggangu jarak pandang serta mengancam kualitas udara di pemukiman warga sekitar. Sejumlah foto dan rekaman video yang beredar memperlihatkan langit kawasan Jejangkit yang memutih tertutup asap pekat.

Guna menanggulangi kebakaran agar tidak makin meluas, panggilan darurat dan permohonan bantuan armada pemadam langsung disebarkan melalui jaringan relawan pemadam kebakaran se-Banjarbakula. Tim relawan pemadam kebakaran (damkar) bersama petugas gabungan kini tengah berbondong-bondong meluncur menuju Tempat Kejadian Musibah (TKM).

Proses pemadaman diperkirakan menghadapi kendala cukup berat mengingat lokasi titik api berada lumayan jauh di dalam area lahan. Tim di lapangan mengimbau unit damkar yang merapat untuk mempersiapkan peralatan ekstra, khususnya selang pemadam dalam jumlah banyak guna menjangkau pusat kobaran api.

"Kalau bisa pihak relawan bawa selang 12 roll, kondisi angin cukup kencang," demikian laporan relawan Ahmad.

Hingga sore hari, upaya pemadaman dan lokalisir area kebakaran masih terus dilakukan oleh puluhan personel gabungan di lapangan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada serta mengantisipasi dampak paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan. (SABRIANOOR/H)