SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak terhadap operasional lampu penerangan jalan umum (PJU) dan traffic light di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Kepala Dishub Kotim Raihansyah mengatakan gangguan tersebut terjadi karena sebagian besar sistem pengendali PJU masih menggunakan timer yang harus disetel ulang setelah terjadi pemadaman listrik dalam waktu lama.

"Untuk pemadaman listrik ini sangat berpengaruh terhadap PJU. Di beberapa titik masih menggunakan timer, sehingga ketika listrik padam berjam-jam kami harus menyetting ulang timer tersebut," kata Raihansyah, Jumat, 31 Juli 2026.

Akibatnya, masyarakat masih menemukan lampu jalan yang menyala pada siang hari maupun belum menyala saat malam hari.

Ia menjelaskan timer bekerja selama 24 jam sehingga ketika listrik padam selama enam hingga tujuh jam, waktu operasional lampu otomatis berubah dan harus dikalibrasi kembali.

Gangguan tersebut tidak hanya terjadi di Kota Sampit, tetapi juga di sejumlah kecamatan. Menurut Raihansyah, keterbatasan jumlah teknisi menjadi tantangan karena penyetelan timer membutuhkan keahlian khusus.

Selain mengganggu pengaturan waktu, kondisi listrik yang sering hidup-mati juga berisiko merusak komponen elektronik pada sistem PJU.

"Yang paling banyak rusak justru kontaktornya. Sampai hari ini kami sudah mengganti sekitar 30 kontaktor akibat gangguan listrik tersebut," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)