BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengaku belum merencanakan aksi menolak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) berdaya 900 VA.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) Kabupaten Kobar, Husni Taufik menyebut, pihaknya hingga saat ini belum mendapat instruksi dari FSPSI Pusat maupun FSPSI Kalteng menggelar aksi unjuk rasa menentang kenaikan TDL bagi listrik berdaya 900 VA.

"Namun pada prinsipnya kami siap untuk melaksanakan aksi jika ada instruksi dari atas," ucapnya.

Kenaikan TDL itu, lanjut Husni, dinilai sangat memberatkan para pekerja dan buruh di Kabupaten Kobar. Sebab, para pekerja dan buruh terpaksa harus mengeluarkan biaya lagi untuk membayar tagihan listriknya.

Senada dengan FSPSI Kobar, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Pangkalan Bun juga menilai, kenaikan TDL tersebut merupakan kebijakan yang tidak pro rakyat.

Akan tetapi, hingga saat ini HMI Komisariat Pangkalan Bun masih belum memiliki rencana untuk menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan TDL tersebut.

"Masih belum kami rencanakan karena saat ini masih UAS dan juga belum ada arahan dari pengurus pusat," kata Ketua Majelis Pengawasan HMI Komisariat Pangkalan Bun, Agus.

Terpisah, Kepala PLN Rayon Pangkalan Bun Purwanto meminta masyarakat untuk tidak salah memahami pengurangan subsidi yang dilakukan pemerintah secara bertahap ini. "Tidak ada kenaikan TDL listrik, yang ada hanya pengurangan subsidi untuk pelanggan 900 VA," sebutnya.

Pihaknya juga sudah mulai melakukan sosialisasi ke 6 kecamatan yang ada di Kabupaten Kobar. Hal ini dilakukan agar masyarakat paham dengan proses pengurangan dan pengalihan subsidi kepada masyarakat yang lebih berhak.

Berdasarkan Permen ESDM Nomor 28/2016 Tentang Tarif Tenaga Listrik PLN, maka pelanggan PLN berdaya 900 VA akan digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu R-1/900 Konsumen Miskin dan R-1/900 Rumah Tangga Mampu.

Nantinya, PLN akan melakukan penyesuaian tarif listrik bagi konsumen dengan daya 900 VA selama 5 bulan kedepan atau hingga Mei 2017.(FAHRUDDIN FITRIYA/B-8)