BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Penyampaian keputusan terkait kuota calon peserta didik di SMAN 2 Kuala Kapuas (Smanda) pada Rabu lalu sempat diwarnai suasana ricuh dan haru di lingkungan sekolah.
Plt Kepala SMAN 2 Kuala Kapuas, Setia Rini, mengungkapkan bahwa situasi memanas lantaran orang tua siswa yang hadir dalam rapat meminta pihak sekolah untuk memanggil anak-anak mereka ke aula. Orang tua berharap anak-anak mendengarkan secara langsung penjelasan mengapa tidak bisa bersekolah di Smanda, karena orang tua merasa kesulitan jika harus menjelaskan sendiri.
Niat awal pihak sekolah sebenarnya ingin membiarkan para siswa menyelesaikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hari itu hingga selesai, baru kemudian orang tua memberitahukannya saat di rumah. Namun, situasi berkembang cepat atas desakan para orang tua.
"Kami juga kaget kok mereka datang ke aula terus langsung ke kelas mengambil meja dan kursi. Langsung rusuh kelas dan aula," ungkap Setia Rini kepada Borneonews, Jumat, 31 Juli 2026.
Ia menambahkan, dinamika di lapangan berlangsung sangat cepat hingga memicu tangisan dari para siswa maupun orang tua.
"Karena rusuh, ada ortu yang menangis, ada siswa yang menangis, saya tidak memperhatikan lagi. Mungkin saat menunggu mereka dipanggil, ada ortu yang ngechat anaknya sehingga pas di aula langsung menangis," tambahnya.
Sebelumnya, Borneonews sempat menerima informasi dari seseorang yang mengaku sebagai wali murid terkait adanya narasi murid yang dikeluarkan saat KBM. Namun, karena pihak pengadu tidak bisa menunjukkan bukti sah bahwa dirinya benar-benar wali murid yang mendaftar, informasi tersebut tidak diteruskan karena dinilai tidak bertanggung jawab serta sebatas rumor dan kesan sepihak. (SABRIANOOR/j)









