BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin melaporkan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya, yang saat ini masih menunjukkan konsentrasi titik api terbanyak di Kelurahan Panarung.
Dari total 126 titik kebakaran yang telah terpantau hingga saat ini, tim gabungan pemadam menghadapi kendala utama berupa terbatasnya ketersediaan sumber air di lokasi kejadian.
"Kondisi ini menyulitkan upaya percepatan pemadaman agar api segera benar-benar padam dan tidak meluas," ungkap Fairid, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Merespons kendala tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya berencana melakukan penyesuaian pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan. Langkah ini ditempuh guna memenuhi kebutuhan anggaran operasional penanganan darurat karhutla.
Anggaran tersebut nantinya akan dialokasikan melalui pos Belanja Tidak Terduga, guna mendukung ketersediaan logistik, sarana pendukung, serta kebutuhan lain yang mendesak di lapangan.
“Kita pastikan seluruh kebutuhan penanganan dapat terpenuhi dengan baik, meski harus melakukan penyesuaian anggaran. Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan menjadi prioritas utama kami,” tegas Fairid Naparin.
Pemerintah Kota juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mengatasi keterbatasan sumber air.
"Kami juga mengimbau warga agar turut aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melapor jika menemukan titik api di sekitar tempat tinggal," pungkasnya. (PATHUR/H)









