BORNEONEWS, Palangka Raya – Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifai melaporkan perkembangan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Tumbang Nusa yang kini telah menghanguskan sekitar 140 hektare lahan gambut.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri seiring mulai mengeringnya sejumlah sumur bor yang selama ini menjadi sumber air utama pemadaman.
Menurut Ahmad Rifai, medan gambut yang sulit dijangkau serta ketersediaan air yang makin terbatas menyulitkan upaya petugas untuk meredam api secara maksimal.
"Meski menghadapi kendala tersebut, proses pemadaman tetap dilakukan secara terus-menerus oleh tim gabungan di lapangan," katanya, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan personel TNI dan Polri yang telah turun langsung bekerja keras bersama unsur terkait lainnya dalam menanggulangi kebakaran di wilayah tersebut.
Kehadiran mereka dinilai sangat membantu mempercepat penanganan di titik-titik yang rawan meluas.
Merespons kondisi yang terjadi, Bupati berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat memberikan bantuan berupa pembangunan embung penampung air. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin ketersediaan sumber air saat musim kemarau.
Selain itu, pihaknya juga mengusulkan dukungan pengembangan jaringan kanal air sebagai upaya mitigasi jangka panjang. Hal ini bertujuan agar lahan gambut tetap lembap dan tidak mudah terbakar saat cuaca semakin panas.
“Penanganan darurat tetap kita lakukan, namun persiapan jangka panjang harus segera disiapkan agar kejadian serupa tidak terus berulang dan dampaknya dapat diminimalkan sejak dini,” ujar Ahmad Rifai. (PATHUR/H)









