BORNEONEWS, Barito Kuala – Peristiwa kebakaran besar melanda kawasan permukiman warga di Tamban Pal 4 (Purwosari I), Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Insiden yang terjadi secara mendadak tersebut mengejutkan warga setempat dan memicu kepanikan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari jejaring relawan kemanusiaan, kobaran api pertama kali dilaporkan berkobar sekitar pukul 22.10 WITA. Konstruksi bangunan permukiman yang didominasi material mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat merembet ke hunian sekitarnya.
Situasi di lokasi kejadian sempat memburuk setelah kobaran api menjangkau sebuah bangunan yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan tabung gas LPG. Kebocoran dan paparan panas memicu perambatan api yang kian masif hingga membuat kobaran membubung tinggi ke udara.
Ekskalasi musibah tersebut memancing respons cepat dari berbagai jajaran Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) gabungan, tidak hanya dari wilayah Batola tetapi juga bantuan armada dari Kota Banjarmasin. Penyeberangan feri bahkan dimanfaatkan untuk mempercepat mobilitas unit pemadam menuju lokasi musibah.
Bantuan penanganan darurat dari wilayah tetangga dikonfirmasi langsung oleh anggota jejaring relawan yang bersiap di jalur evakuasi. "Lima buah unit dari Banjarmasin Barat di feri menuju Tamban," ungkap relawan saat mengabarkan pergerakan bantuan armada ke lokasi kejadian.
Kerja keras gabungan puluhan personel di lapangan akhirnya membuahkan hasil setelah kobaran utama berhasil dilokalisasi dan dilanjutkan proses pembasahan hingga api berangsur padam sekitar pukul 22.54 WITA.
Berdasarkan pendataan sementara jejaring relawan, sedikitnya ada lima unit rumah warga yang hangus terbakar dalam insiden ini.
Hingga kini, pihak berwenang dari kepolisian setempat masih melakukan pendataan lanjutan terkait jumlah pasti bangunan terdampak, ada tidaknya korban jiwa, serta penyelidikan untuk memastikan penyebab awal timbulnya titik api. (SABRIANOOR/j)









