PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menetapkan Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau sebagai wilayah prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan penetapan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi antara pimpinan BNPB dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Sejumlah lokasi yang menjadi fokus penanganan antara lain Desa Tumbang Nusa di Kabupaten Pulang Pisau dan Kelurahan Kameloh Baru di Kota Palangka Raya.

“Pada rapat koordinasi sebelumnya diketahui sejumlah titik prioritas penanganan karhutla telah diidentifikasi, di antaranya Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kelurahan Kameloh Baru, Kota Palangka Raya,” katanya di Jakarta.

BNPB akan mengerahkan armada pesawat untuk mendukung penyiraman udara atau water bombing di kedua wilayah tersebut.

Selain pemadaman udara, pemerintah pusat juga membantu melengkapi kebutuhan tim gabungan di Kalimantan Tengah dengan peralatan untuk pemadaman darat serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Dukungan sumber daya tersebut dapat ditingkatkan setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla.

Status tanggap darurat tersebut berlaku hingga 31 Oktober 2026 dan menjadi dasar untuk memperkuat koordinasi serta pengerahan sumber daya penanggulangan bencana.

“Selain memperkuat upaya penanganan karhutla, Kepala BNPB juga meminta pemerintah daerah bersama seluruh instansi terkait meningkatkan langkah antisipasi menghadapi potensi puncak El Nino dan kekeringan selama musim kemarau,” ujarnya.

Pemerintah daerah diminta terus memantau perkembangan cuaca dan iklim, meningkatkan patroli di kawasan rawan kebakaran, serta memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Penindakan tersebut berlaku terhadap pelaku perorangan maupun korporasi yang terbukti melakukan pembakaran.

Selain ancaman karhutla, pemerintah daerah juga diminta segera memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar untuk menyiapkan sarana pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat selama musim kemarau.

Langkah yang dapat dilakukan meliputi pembangunan sumur bor, pipanisasi jaringan air bersih, hingga distribusi air menggunakan mobil tangki.

Berdasarkan data terbaru, luas lahan yang terdampak karhutla di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 3.069,52 hektare.

Kondisi tersebut menjadikan Kalimantan Tengah sebagai salah satu provinsi yang mendapat perhatian khusus dalam penanganan karhutla.

Sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah berupa lahan gambut yang mudah terbakar. Api pada lapisan gambut juga sulit dipadamkan karena dapat terus menyala di bawah permukaan tanah meskipun kobaran di atasnya telah padam.

BNPB berharap penguatan penanganan di wilayah prioritas dapat mempercepat pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan permukiman dan fasilitas umum.