BORNEONEWS, Palangka Raya – Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika per Minggu, 2 Agustus 2026 menunjukkan adanya perbaikan kualitas udara di Kota Palangka Raya.
Indeks kualitas udara kini berada pada level biru atau kategori sedang, setelah sepanjang bulan Juli kemarin sempat berada di level kuning atau tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
Konsentrasi partikulat halus PM2,5 saat ini tercatat pada angka 19,9 mikrogram per meter kubik. Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya yang sempat mengkhawatirkan kesehatan warga.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, menyampaikan meski kualitas udara mulai membaik, pihaknya belum melonggarkan kewaspadaan. Tim Satgas Karhutla tetap bergerak aktif melakukan pemadaman secara bergerak dan terpusat.
“Saat ini fokus utama penanganan kami terpusat di wilayah Kelurahan Kameloh Baru. Tim bergerak mobile memantau sekaligus memadamkan sisa-sisa bara api agar tidak kembali berkobar,” ujar Heri Fauzi.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang meluas sekaligus menjaga agar kualitas udara tetap berada dalam batas aman. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pemadaman.
Masyarakat pun diimbau tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu kembali kebakaran.
"Sinergi antara petugas dan warga dinilai penting untuk mempertahankan perbaikan yang telah dicapai," pungkasnya. (PATHUR/j)









