JAKARTA –

BORNEONEWS, Banjarbaru – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menilai Indonesia tetap memiliki daya tarik tinggi bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Potensi tersebut didukung wilayah yang luas, kekayaan sumber daya alam, serta masih terbukanya kebutuhan pembangunan infrastruktur dan berbagai sektor ekonomi.

Menurut Djamari, besarnya ruang pembangunan menjadi peluang investasi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas, sumber daya alam yang melimpah, dan masih banyak infrastruktur yang perlu dibangun. Kondisi ini membuat daya tarik terhadap penanaman modal asing tetap tinggi,” katanya saat kunjungan kerja dan ramah tamah bersama pemerintah daerah di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Ia mengatakan perekonomian dunia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan situasi pascapandemi, konflik antarnegara, hingga gangguan pasokan energi dan pangan.

Berbagai dinamika tersebut perlu diantisipasi agar tidak memberikan tekanan lebih besar terhadap perekonomian nasional dan kehidupan masyarakat.

Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meminimalkan dampak ketidakpastian global.

Djamari mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, realisasi penanaman modal asing pada semester I 2026 mencapai 240 persen dari target yang telah ditetapkan.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia masih terjaga meski kondisi ekonomi dunia belum sepenuhnya stabil.

Menurutnya, tingginya minat investasi harus dikelola secara tepat agar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional dan daerah.

Investasi diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah akan terus menjaga kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia agar investasi tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

ANTARA