PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengerahkan segenap sumber daya dan strategi menyeluruh dalam rangka menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang sedang melanda wilayah.

Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan penanganan dilakukan secara optimal, terpadu, dan berkelanjutan demi mencegah api meluas serta meminimalkan dampak buruk bagi masyarakat dan lingkungan.

Gubernur menjelaskan Pemprov Kalteng telah menetapkan Operasi Siaga Darurat Karhutla berjalan selama 24 jam penuh. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap titik api dapat ditangani dengan cepat dan tepat saat juga informasi diterima.

Sebanyak empat regu Satgas Udara, 15 regu Satgas Darat, serta 22 regu tambahan telah dikerahkan memperkuat operasi gabungan di wilayah-wilayah yang terdampak.

“Kami memanfaatkan teknologi udara untuk memantau kondisi secara menyeluruh. Helikopter Bell 206 L3 dan pesawat Grand Caravan Cessna 208B-EX rutin melakukan patroli guna memantau perkembangan titik api dari ketinggian,” ujar Agustiar Sabran, Minggu, 2 Agustus 2026.

Selain itu, disiapkan helikopter pemadam air SA330J Puma dan Sikorsky EH-60A Blackhawk untuk menembakkan air dari udara pada lokasi yang sulit dijangkau darat, serta penggunaan drone untuk memetakan titik panas dan prioritas penanganan.

Di sisi darat, selain pemadaman langsung, tim juga membuat sekat bakar guna membatasi penyebaran api, serta menggunakan ekskavator untuk menyekat jalur sepanjang sekitar 600 meter di kawasan Tumbang Nusa.

Langkah ini dilanjutkan dengan pendinginan lahan agar tidak ada bara yang kembali menyala, serta pemeriksaan berkala pada bekas titik kebakaran.

Pemerintah juga tidak hanya fokus pada pemadaman, namun memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi luas kepada masyarakat.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, karena hal tersebut menjadi salah satu pemicu utama terjadinya karhutla yang merugikan banyak pihak.

Seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan berkat sinergi kuat lintas sektor. Terlibat dalam operasi terpadu antara lain BPB-PK Kalteng, TNI, Polri, Mangala Agni, Dinas Kehutanan, Balakar, MPA, TSAK, Posko Krisis Karhutla, serta instansi terkait lainnya.

“Kita hadapi bersama, kekompakan seluruh elemen adalah kunci utama agar Kalimantan Tengah terbebas dari ancaman karhutla,” pungkas Gubernur. (PATHUR/j)