JAKARTA –

BORNEONEWS, Penajam Paser Utara – Wilayah Ibu Kota Nusantara atau IKN di Kalimantan Timur akan dijadikan lokasi percontohan rehabilitasi mangrove melalui Program Mangroves for Coastal Resilience atau M4CR.

Program yang diinisiasi Kementerian Kehutanan tersebut diharapkan menghasilkan model rehabilitasi mangrove yang nantinya dapat diterapkan di sejumlah provinsi lainnya.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut baik rencana pelaksanaan Program M4CR di kawasan IKN. Menurutnya, program tersebut akan memperkuat upaya rehabilitasi mangrove yang sebelumnya telah dilakukan.

“Kami sebenarnya sudah melakukan rehabilitasi, tetapi dengan adanya M4CR tentu tanggung jawabnya menjadi lebih besar dan program ini harus berhasil,” katanya seusai menghadiri Media Gathering M4CR di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Program M4CR dilaksanakan dengan dukungan pendanaan Bank Dunia. Wilayah pelaksanaannya mencakup Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatera Utara.

Basuki mengatakan IKN siap menjadi lokasi awal sekaligus contoh pelaksanaan rehabilitasi mangrove secara terencana dan berkelanjutan.

“Kami siap menjadi salah satu lokasi percontohan. Prototipe yang dikembangkan di IKN nantinya dapat direplikasi di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Riau, dan Sumatera Utara,” ujarnya.

Program M4CR ditargetkan berlangsung hingga 2027. Karena itu, pelaksanaan rehabilitasi mangrove di IKN akan dipercepat agar hasilnya dapat segera dijadikan rujukan bagi daerah lain.

Secara keseluruhan, Otorita IKN menargetkan penanaman mangrove pada lahan seluas sekitar 1.100 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 150 hektare akan ditangani melalui Program M4CR.

Basuki optimistis target penanaman mangrove tersebut dapat direalisasikan sesuai jadwal dengan dukungan pemerintah pusat, masyarakat, serta seluruh pihak terkait.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan, Muhammad Zainal Arifin, mengatakan IKN dipilih sebagai lokasi awal agar pelaksanaan program dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya.

Menurutnya, penguatan ekosistem mangrove tidak hanya penting untuk menjaga lingkungan pesisir, tetapi juga mendukung keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin apa yang dicontohkan di IKN dapat ditiru pemerintah daerah lain. Kekuatan ekologi inilah yang akan menjamin pertumbuhan sosial dan ekonomi pada masa depan,” katanya.

Rehabilitasi mangrove melalui Program M4CR diharapkan mampu meningkatkan ketahanan kawasan pesisir terhadap abrasi, perubahan iklim, dan berbagai ancaman lingkungan lainnya.

Program tersebut juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan.

ANTARA