BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palangka Raya merilis data perkembangan kebakaran hutan dan lahan sejak penetapan Status Siaga Darurat per 1 Juni hingga 1 Agustus 2026.
Sepanjang periode tersebut, tercatat terjadi 133 kali kejadian yang menghanguskan total luas lahan mencapai 157,83 hektare.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, menyampaikan penyebaran titik api paling banyak terjadi di Kecamatan Jekan Raya dengan 86 kejadian.
Selanjutnya Kecamatan Sebangau tercatat 27 kejadian, Pahandut 16 kejadian, Bukit Batu 4 kejadian, sedangkan Rakumpit belum tercatat ada kejadian.
“Data ini menunjukkan intensitas kebakaran yang cukup tinggi di tengah musim kemarau yang kering. Jekan Raya menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak,” ungkap Heri Fauzi, Minggu, 2 Agustus 2026.
Ia menjelaskan penanganan dilakukan secara terpadu melibatkan banyak unsur. Antara lain BPBD Kota, BPBD Provinsi, Dinas Kehutanan, Dinas Pemadam Kebakaran, Mangala Agni, Samapta Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, Kodim 1016, Satpol PP, serta berbagai BPK dan unsur relawan lainnya.
Heri menegaskan seluruh personel yang terlibat bekerja siaga penuh 24 jam. Mulai dari patroli rutin, pemadaman saat titik api ditemukan, hingga pendinginan lahan guna mencegah bara kembali menyala.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk turut bertanggung jawab. Jangan melakukan pembakaran lahan dan segera melapor jika melihat asap atau titik api. Sinergi semua pihak adalah kunci agar angka kejadian tidak terus bertambah,” pungkas Heri Fauzi. (PATHUR/J)









