JAKARTA –

BORNEONEWS, Istanbul – Sejumlah fasilitas energi strategis di negara-negara Teluk dan Israel berpotensi menjadi sasaran balasan apabila Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Kemungkinan tersebut disampaikan kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Fars melaporkan bahwa Amerika Serikat mengetahui sejumlah infrastruktur energi utama di kawasan berada dalam jangkauan rudal presisi Iran apabila ketegangan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Fasilitas yang disebut dalam laporan itu antara lain ladang minyak Ghawar serta fasilitas pengolahan minyak Abqaiq dan Khurais di Arab Saudi.

Di Uni Emirat Arab, Fars menyebut kilang minyak Ruwais dan ladang minyak lepas pantai Zakum. Sementara di Qatar, fasilitas yang disorot meliputi cadangan gas North Field dan terminal ekspor gas alam cair Ras Laffan.

Laporan itu juga mencantumkan ladang minyak Burgan di Kuwait, kilang minyak Sitra dan fasilitas Ma'ameer di Bahrain, serta ladang gas Leviathan dan Tamar di Israel.

Menurut Fars, serangan terhadap berbagai fasilitas tersebut berpotensi memengaruhi pasar energi dunia karena sejumlah lokasi memiliki peran penting dalam pasokan minyak mentah dan gas alam cair global.

Fars turut menyinggung konflik selama 40 hari antara Iran dan Israel. Dalam periode tersebut, Iran disebut pernah menyerang fasilitas pemrosesan gas di Qatar setelah ladang gas South Pars menjadi sasaran serangan.

Laporan mengenai potensi serangan balasan itu muncul di tengah spekulasi terkait langkah Iran apabila Washington kembali melancarkan serangan.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan melakukan serangan lanjutan terhadap Iran.

Media Israel pada Sabtu, 1 Agustus 2026, juga melaporkan aparat pertahanan negara tersebut tengah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan operasi militer besar Amerika Serikat terhadap Iran.

Publikasi Fars bertepatan dengan komunikasi diplomatik Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, serta Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.

Dalam pembicaraan itu, Araghchi memperingatkan setiap serangan baru Amerika Serikat atau Israel terhadap Iran, termasuk keterlibatan negara lain di kawasan, akan mendapat respons tegas dan proporsional dari angkatan bersenjata Iran.

Sumber: Anadolu/ANTARA