BORNEONEWS, Istanbul – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan menunda rencana serangan militer terhadap Iran guna memberikan kesempatan kepada Teheran dan negara-negara di Timur Tengah menyelesaikan kerangka kesepakatan damai.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Sabtu, 1 Agustus 2026, Trump mengatakan Israel juga telah menyetujui komitmen untuk tidak melancarkan serangan selama proses perundingan berlangsung.
Menurut Trump, para pihak telah menyepakati sejumlah batas awal dalam potensi kesepakatan. Salah satunya menyangkut pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh serta penghentian ancaman nuklir Iran.
Trump mengklaim keputusan menunda serangan diambil demi kepentingan masa depan dunia sekaligus memberikan kesempatan bagi Iran untuk tetap bertahan dan berkembang.
Namun, ia menegaskan penundaan tersebut bergantung pada kemampuan para pihak untuk segera mencapai kesepakatan.
“Amerika Serikat berada dalam kondisi siap dan siaga untuk melancarkan serangan terhadap Republik Islam Iran dengan kekuatan militer, daya tempur, dan kemampuan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II,” tulis Trump.
Ia menyebut kesiapan militer Amerika Serikat tetap dipertahankan apabila proses diplomasi gagal menghasilkan kesepakatan.
Trump juga mengatakan Israel telah sepakat menahan diri dan memberikan ruang bagi upaya penyelesaian konflik melalui jalur perundingan.
“Semua pihak, segera bekerja dan tuntaskan ini,” tambahnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran serta kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Belum ada keterangan lebih rinci mengenai tenggat waktu perundingan maupun isi lengkap kerangka kesepakatan yang sedang dibahas.
Sumber: Anadolu/ANTARA









