JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Polisi mengamankan lima pemuda yang diduga terlibat tawuran menggunakan senjata tajam di Jalan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 03.45 WIB.

Kelima pemuda tersebut diamankan personel kepolisian yang sedang melaksanakan patroli rutin di kawasan rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, mengatakan para pemuda itu sempat berusaha melarikan diri setelah petugas membubarkan bentrokan.

“Petugas bergerak cepat membubarkan tawuran dan mengamankan lima pemuda yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut,” katanya saat dikonfirmasi di Jakarta.

Dalam penindakan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dua bilah celurit, satu bilah samurai, dan satu senjata tajam jenis corbek.

Petugas juga mengamankan sebuah gayung yang diduga digunakan untuk membawa cairan berbahaya serta tiga unit sepeda motor.

“Seluruh pemuda yang diamankan beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujar Henik.

Ia menegaskan patroli pada jam rawan akan terus ditingkatkan untuk mencegah tawuran dan tindak kriminal lain yang dapat membahayakan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan personel Brimob di lapangan merupakan bagian dari upaya Polri memberikan perlindungan sekaligus menciptakan rasa aman di lingkungan masyarakat.

“Kami terus meningkatkan patroli preventif dan menindak tegas setiap aksi yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat,” tegasnya.

Koordinasi antarfungsi kepolisian juga terus diperkuat agar potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan dicegah sebelum menimbulkan korban.

Henik mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan apabila mengetahui rencana tawuran, kepemilikan senjata tajam, maupun tindak kriminal lainnya.

Laporan dapat disampaikan melalui layanan kepolisian 110 atau kepada petugas di kantor polisi terdekat.

Menurutnya, kecepatan informasi dari masyarakat dan respons aparat menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi keamanan yang tertib dan kondusif di wilayah Jakarta.

ANTARA