BORNEONEWS, Kuala Pembuang- Sejumlah warga yang didominasi kalangan usia produktif antara 20 - 45 tahun di Kecamatan Suling Tambun, kerap bermigrasi atau pindah lokasi tempat dengan meninggalkan lokasi tempat tinggal asal. Tujuannya, dengan harapan bisa meningkatkan taraf hidup perekonomian keluarga.
"Maklum, akses jalan di Kecamatan Suling Tambun sebagian besar masih sulit dijangkau. Terlebih pekerjaan di sana juga minim. Sehingga bagi warga yang non skill atau yang tidak memiliki keahlian khusus dalam hal pekerjaan harus mengadu nasib ke daerah lain," kata Septianus Uga, warga Desa Tumbang Langkai, Kecamatan Suling Tambun di Kuala Pembuang, Rabu (11/1/2017).
Kalangan usia produktif itu, lanjut dia, ada yang cuma pergi merantau dan ada juga yang langsung memilih pindah bersama keluarga mereka.
"Tujuan daerah pindah yaitu pada daerah yang memiliki tingkat perekonomian yang jauh lebih ramai. Ada yang pindah masih dalam lingkup kecamatan di Seruyan. Hingga ada yang juga ketujuan kabupaten tetangga seperti Lamandau. Bahkan ada yang antar propinsi yakni ke Propinsi Kalimantan Barat. Mengingat kecamatan Suling Tambun berbatasan langsung dengan propinsi itu," jelasnya.
Sampai sekarang sebagian besar tingkat perekonomian warga di kecamatan itu, sambung dia, masih lemah. Terutama bagi warga yang menghuni desa terpencil yang sulit dijangkau akses. Sehingga peningkatan taraf hidup pun berjalan lamban.
"Ini bisa kembali catatan untuk bisa menjadi perhatian pemerintah daerah untuk bisa lebih memperhatikan kondisi warga kecamatan paling ujung Seruyan ini," ungkapnya. (PARNEN/B-5)








