BORNEONEWS, Sampit – Penantian panjang masyarakat Desa Kapuk dan Desa Pantap, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), untuk menikmati listrik PLN segera berakhir. Pemerintah memastikan aliran listrik ditargetkan mulai menyala pada Agustus 2026 setelah pembangunan jaringan rampung.
Camat Mentaya Hulu Edison mengatakan, seluruh jaringan listrik di kedua desa tersebut telah selesai dipasang. Saat ini proses yang dilakukan adalah penyambungan instalasi ke rumah-rumah warga sambil menunggu trafo siap dioperasikan.
"Informasi dari UP2K Kalteng, listrik untuk Desa Kapuk dan Desa Pantap ditargetkan menyala bulan Agustus ini. Jaringannya sudah terpasang semua, sekarang tinggal proses penyambungan ke rumah-rumah warga," kata Edison.
Ia menjelaskan, proyek listrik desa tersebut berjalan lancar tanpa kendala berarti berkat dukungan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.
Menurutnya, jaringan listrik untuk Desa Pantap terhubung melalui perusahaan Semilar dan Serindu. Perusahaan juga memberikan dukungan berupa hibah tiang listrik sehingga mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan.
"Saya mengapresiasi perusahaan yang telah membantu. Dukungan mereka sangat besar sehingga proses pembangunan jaringan bisa berjalan dengan baik," ujarnya.
Edison menyebutkan, jaringan listrik yang dibangun akan melayani lebih dari 400 sambungan rumah di Desa Kapuk dan sekitar 200 sambungan rumah di Desa Pantap. Jika ditambah jaringan menuju kawasan perusahaan, total sambungan mencapai lebih dari 500 titik.
Sebelum jaringan PLN dibangun, masyarakat mengandalkan berbagai sumber listrik mandiri seperti panel surya, genset, hingga mesin berbahan bakar solar. Kondisi tersebut membuat biaya listrik jauh lebih mahal dibandingkan layanan PLN.
Dengan hadirnya listrik negara, beban pengeluaran masyarakat diperkirakan akan berkurang sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Pemerintah juga memastikan masyarakat kurang mampu akan memperoleh bantuan pemasangan sambungan listrik secara gratis sesuai hasil pendataan yang telah dilakukan.
Sementara itu, khusus di Desa Kapuk, biaya pemasangan sambungan rumah bahkan ditanggung melalui dukungan Koperasi Desa sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya.
Setelah proyek listrik desa di Desa Kapuk dan Desa Pantap selesai, pembangunan jaringan listrik wilayah Mentaua Hulu akan dilanjutkan ke Desa Kawan Batu dan Desa Bampah. Edison memastikan proyek tersebut tetap direalisasikan pada tahun ini setelah sebelumnya sempat diwacanakan dialihkan ke wilayah lain.
Ia mengaku terus mengawal program tersebut karena telah menjadi komitmen pemerintah kepada masyarakat. "Alhamdulillah tetap direalisasikan tahun ini. Artinya pada 2026 seluruh desa di Kecamatan Mentaya Hulu akan mulai menikmati jaringan listrik PLN," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









