BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Menanggapi berbagai keluhan masyarakat dan netizen di media sosial terkait penarikan retribusi parkir kendaraan bermotor selama gelaran Kadin Expo Kapuas 2026 di kawasan Stadion Panunjung Tarung, pihak koordinator juru parkir (jukir) akhirnya memberikan klarifikasi.
Ahmad Sufian, salah satu koordinator jukir di lokasi kegiatan, tidak menampik bahwa pihaknya memang ada meminta tarif parkir sebesar Rp5.000 kepada pengunjung untuk sepeda motor. Padahal, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kapuas Nomor 9 Tahun 2025 yang disosialisasikan Dinas Perhubungan, tarif resmi untuk sepeda motor adalah sebesar Rp2.000 per sekali parkir.
Meski demikian, Sufian menegaskan bahwa penarikan nominal tersebut tidak bersifat paksaan yang kaku. Jika ada warga atau pengunjung yang membayar sesuai tarif Perda maupun memberi uang pas Rp2.000 atau Rp3.000, pihaknya tetap menerima tanpa ada penolakan.
"Kalau kami meminta secara lisan memang Rp5.000 Pak ai. Tapi kalau ada pengunjung yang memberi Rp2.000 atau Rp3.000 sesuai kemampuan atau tidak ada kembalian, kami tetap terima dan tidak masalah," ujar Sufian saat diwawancarai Borneonews di lapangan, Minggu, 2 Agustus 2026.
Sufian menjelaskan alasan di balik kebijakan tersebut. Menurutnya, pengelolaan parkir pada ajang besar yang berlangsung singkat memerlukan biaya operasional tinggi. Pihaknya harus membayar kewajiban kuota/pajak setoran retribusi parkir ke Dinas Perhubungan yang mencapai nilai jutaan rupiah untuk masa operasional yang sangat singkat, yakni hanya 10 hari.
"Setoran retribusi ke Dishub itu nilainya jutaan rupiah untuk event 10 hari ini. Kalau kami bertahan mutlak di angka Rp2.000, dengan jumlah personil yang harus mengawal kendaraan warga hingga larut malam, hasil yang didapat bahkan tidak cukup untuk menutup kewajiban setoran dan operasional makan-minum anggota," jelasnya.
Ia juga memohon maaf kepada masyarakat jika dalam pelayanan di lapangan dinilai masih ada kekurangan, terutama saat kondisi pengunjung membludak di jam-jam sibuk malam hari. (SABRIANOOR/y)









