KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pengelola dan juru parkir di kawasan Stadion Panunjung Tarung berharap Regulasi Peraturan Daerah (Perda) mengenai retribusi parkir dapat dipilah secara adaptif, khususnya dalam membedakan antara titik parkir rutin harian seperti pasar dan titik parkir kegiatan/event insidental yang tidak rutin.

Harapan tersebut disampaikan oleh salah satu Koordinator Juru Parkir Kadin Expo Kapuas 2026, Ahmad Sufian. Menurutnya, penerapan tarif tunggal Perda sebesar Rp2.000 untuk semua kondisi kerap kali membuat pengelola parkir dilematis ketika dihadapkan pada ajang pameran atau event besar tahunan.

Sufian menerangkan, karakteristik pengelolaan parkir pada event bertempo pendek (seperti acara 10 harian) sangat berbeda jauh dengan kawasan pasar yang beroperasi secara stabil setiap hari. Pada event besar, jumlah kendaraan pengunjung membludak secara mendadak, membutuhkan tanggung jawab pengamanan ekstra seperti penataan helm hingga pengawasan kunci kendaraan yang tertinggal.

"Kalau di pasar itu kan harian dan rutin. Kalau event seperti pameran ini kan sekali dalam beberapa tahun atau hanya setahun sekali, durasinya pun cuma 10 hari. Sementara beban setoran retribusi ke dinas tetap dihitung paket jutaan rupiah," kata Sufian, kepada Borneonews, Minggu, 2 Agustus 2026.

Dengan terbatasnya jumlah anggota akibat ketidakmampuan menggaji personil berlebih jika hanya mengandalkan tarif Rp2.000, para jukir di lapangan sering kewalahan mengatur ribuan kendaraan.

Oleh karena itu, ia berharap ke depannya ada formulasi khusus atau fleksibilitas aturan retribusi dalam Perda yang mengakomodasi kegiatan insidental/event skala besar. Hal ini dinilai penting agar pengelola parkir tetap bisa memenuhi target pendapatan daerah sekaligus mendapatkan penghasilan operasional yang layak sesuai dengan beban kerja di lapangan.

"Kami ini pada dasarnya taat aturan dan tidak ingin bentrok dengan masyarakat. Kami hanya berharap regulasi bisa lebih fleksibel menyesuaikan kondisi event, sehingga pihak pengelola dan masyarakat sama-sama nyaman," pungkasnya. (SABRIANOOR/y)