SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sampit berharap pembangunan jaringan listrik baru menuju Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), selesai pada 2026.

Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus mengurangi gangguan yang selama ini kerap dialami masyarakat.

"Saat ini masih berprogres dan mudah-mudahan tahun ini bisa selesai. Untuk Pulau Hanaut sebenarnya sudah terlayani listrik, hanya saja nanti akan ada peningkatan kualitas dari sisi tegangan, perbaikan konstruksi jaringan, dan aspek teknis lainnya," kata Kepala PLN ULP Sampit Raditya Fahmi Bachtiar, Minggu, 2 Agustus 2026.

Selama ini, warga Pulau Hanaut masih sering mengalami pemadaman listrik dan turun daya akibat gangguan pada jaringan lama yang melintasi kawasan hutan melalui Kecamatan Seranau. Medan yang sulit dijangkau membuat proses perbaikan membutuhkan waktu lama.

Jalur tersebut tidak memiliki akses jalan sehingga petugas kesulitan melakukan pemeliharaan maupun penanganan ketika terjadi kerusakan pada jaringan listrik.

Untuk mengatasi persoalan itu, PLN membangun jalur distribusi baru menggunakan jaringan transmisi 20 kV yang membentang dari Desa Bagendang Hilir, melintasi Pulau Lepeh, hingga menuju Pulau Hanaut.

Pembangunan jaringan baru tersebut diharapkan membuat pasokan listrik ke Pulau Hanaut menjadi lebih stabil, mempercepat penanganan gangguan, serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. (DEWI PATMALASARI/R)