SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebuah gudang penyimpanan kelapa atau kopra di Desa Besawang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hangus terbakar pada Minggu, 2 Agustus 2026. Berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran, api berhasil dilokalisasi sebelum merembet ke bangunan lain.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim Akhmad Taufik mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas Pos Sektor Samuda melalui aplikasi WhatsApp sekitar pukul 18.19 WIB.

Setelah menerima informasi dan memastikan kebenaran kejadian, petugas langsung bersiap menuju lokasi. Satu menit kemudian, tepat pukul 18.20 WIB, tim bergerak menuju Desa Besawang untuk melakukan penanganan.

Petugas tiba di lokasi pada pukul 18.40 WIB dan segera memulai operasi pemadaman dua menit kemudian atau sekitar pukul 18.42 WIB.

"Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, tim melanjutkan proses pendinginan sekaligus pemeriksaan di sekitar lokasi," kata Akhmad Taufik, Minggu, 2 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, api berhasil dilokalisasi pada pukul 19.50 WIB sehingga tidak sempat menjalar ke bangunan lain di sekitar gudang.

Operasi penanganan kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga dinyatakan selesai pada pukul 20.40 WIB. Seluruh personel kembali ke Markas Komando Disdamkarmat dan tiba sekitar pukul 21.10 WIB.

Berdasarkan hasil pendataan, bangunan yang terbakar merupakan gudang penyimpanan kelapa atau kopra berukuran sekitar 10 x 20 meter. Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp35 juta.

Setelah dilakukan pemeriksaan akhir, status kebakaran dinyatakan hijau, yang menandakan api telah padam sepenuhnya dan lokasi dinyatakan aman. (DEWI PATMALASARI/r)