PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

Selain mengoptimalkan pemadaman darat, dukungan udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ditingkatkan lewat penambahan armada pesawat, pemenuhan stok bahan semai, serta fleksibilitas pelaksanaan hingga malam hari.

Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto menginstruksikan agar armada pesawat OMC dapat dioperasikan secara fleksibel kapan pun dibutuhkan, termasuk malam hari apabila BMKG mendeteksi potensi pertumbuhan awan hujan.

Tim BMKG diminta terus memantau dan memetakan perkembangan awan secara cermat sebagai dasar pelaksanaan penyemaian yang tepat sasaran.

"Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah terdampak, sehingga mempercepat pemadaman api, mendinginkan lahan gambut, serta mencegah kebakaran meluas," katanya, Senin, 3 Agustus 2026.

Suharyanto juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan stok bahan semai NaCl selama operasi berlangsung.

Selain itu, Kepala BNPB menyetujui penambahan armada pesawat OMC sekaligus memperluas pangkalan operasi dengan menempatkan unit tambahan di Pangkalan Bun

Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan serta mempercepat respons di wilayah-wilayah rawan kebakaran.

Sebelumnya, BNPB telah melaksanakan OMC tahap pertama di Kalimantan Tengah pada 16 hingga 30 Juni 2026. Kegiatan tersebut mencatat durasi terbang 63 jam 18 menit dengan 31 sorti penerbangan dan penggunaan bahan semai mencapai 31.000 kilogram.

"Upaya menyeluruh ini menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dalam mendukung penuh upaya daerah menekan dampak karhutla, menjaga kelestarian lingkungan, serta melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat Kalimantan Tengah," pungkasnya.(PATHUR)