PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah Rendy Lesmana mengatakan pengembangan budidaya ayam pedaging dengan sistem close house menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi protein hewani sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, sistem tersebut juga memperkuat ketersediaan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Ke depan, Pemprov Kalteng melalui UPT BPMPPTHMT terus mengembangkan inovasi dan penerapan teknologi peternakan modern sebagai pusat pembelajaran budidaya unggas.

"Pengembangan budidaya ayam pedaging dengan sistem Close House merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produksi protein hewani, mendukung ketahanan pangan daerah, serta memperkuat ketersediaan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH)," tutur Rendy Lesmana seperti dikutip Borneonews pada Senin, 3 Agustus 2026.

Pada periode pemeliharaan tersebut, sebanyak 24.000 ekor ayam pedaging dipanen pada umur 33 hari dengan bobot hidup rata-rata 2 kilogram per ekor.

Total produksi yang dihasilkan mencapai sekitar 48 ton bobot hidup sebagai hasil penerapan manajemen pemeliharaan modern.

Keberhasilan panen itu menunjukkan penerapan sistem kandang close house mampu menciptakan lingkungan pemeliharaan yang optimal melalui pengaturan suhu, kelembapan, sirkulasi udara, dan pencahayaan secara terkontrol.

Sistem tersebut juga didukung biosekuriti yang ketat, pemberian pakan berkualitas, serta pemantauan kesehatan ternak secara rutin.

"Diharapkan keberhasilan panen ini dapat menjadi motivasi bagi peternak untuk menerapkan sistem pemeliharaan yang lebih efisien, produktif, dan berdaya saing sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan di Provinsi Kalimantan Tengah," ujarnya seperti dikutip Borneonews. (HERMAWAN DP/R)