PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kotawaringin Barat mencatat sejumlah harga kebutuhan pokok di Kecamatan Arut Selatan mengalami perubahan pada Senin, 3 Agustus 2026.

Berdasarkan pemantauan Disperindagkop UKM Kobar, kenaikan harga dibandingkan pekan lalu, paling menonjol terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam ras.

Harga cabai merah besar naik 20 persen menjadi Rp60.000 per kilogram. Kenaikan dengan persentase yang sama juga terjadi pada cabai merah keriting yang kini dijual Rp60.000 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai rawit merah meningkat 16,67 persen menjadi Rp70.000 per kilogram.

Di tengah kenaikan tersebut, harga beras, bawang, kacang-kacangan, sayuran, dan lada terpantau stabil. Demikian pula harga daging sapi, ikan segar, ikan kering, dan udang galah tidak mengalami perubahan dibandingkan pemantauan sebelumnya.

Pada kelompok hasil peternakan, harga daging ayam ras atau broiler turun 4,44 persen menjadi Rp43.000 per kilogram.

Sebaliknya, harga telur ayam ras naik 50 persen menjadi Rp3.000 per butir.

Perubahan harga juga terjadi pada kelompok bahan bangunan. Harga Semen Tiga Roda naik 2,74 persen menjadi Rp75.000 per zak, sedangkan Semen Holcim turun 1,35 persen menjadi Rp73.000 per zak.

Adapun harga gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, garam, susu, tempe, pupuk, dan gas elpiji terpantau stabil. Harga bahan bangunan lainnya, seperti tripleks, besi, baja ringan, multiroof, seng, kayu, dan batu bata juga belum mengalami perubahan.

Pada kelompok logam mulia, harga emas 24 karat, 17 karat, dan 9 karat terpantau stabil. 

Pemantauan harga secara berkala dilakukan Disperindagkop UKM Kabupaten Kotawaringin Barat untuk mengetahui perkembangan harga dan ketersediaan komoditas kebutuhan masyarakat di pasaran.

Untuk mengetahui perkembangan harga lengkap, berikut link tabel harga komoditas di Kobar: 

Daftar harga komoditas di Kobar

Daftar harga komoditas di Kobar

(MUHAMMAD AGUSTA WIJAYA/J)