PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah menjadi salah satu catatan peristiwa yang turut memengaruhi aktivitas perekonomian daerah sepanjang Juli 2026.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan pemadaman listrik bergilir dengan frekuensi tinggi dan durasi lama berdampak terhadap berbagai sektor usaha.

"Pemadaman listrik bergilir dengan frekuensi tinggi dan durasi lama berdampak pada terganggunya operasional usaha serta meningkatnya biaya operasional maupun penurunan produksi di berbagai sektor," kata Toto pada Senin, 3 Agustus 2026.

Hal ini disampaikan Toto dalam kegiatan rilis Berita Resmi Statistik pada awal Agustus 2026 dengan data statistik pada bulan Juni dan Juli 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu dinamika yang perlu diperhatikan karena kelancaran pasokan listrik memiliki keterkaitan dengan aktivitas produksi dan operasional dunia usaha.

Gangguan kelistrikan, lanjutnya, tidak hanya berdampak pada sektor usaha tertentu, tetapi berpotensi memengaruhi berbagai aktivitas ekonomi yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/j)