KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kapuas. Kali ini, kebakaran melanda lahan di Handel Irian, Desa Anjir Serapat Baru, Kecamatan Kapuas Timur, pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 14.19 WIB. Berkat respons cepat petugas dan unsur terkait, api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke area yang lebih besar.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, lahan yang terbakar memiliki luas sekitar 10 meter x 30 meter. Informasi awal mengenai kejadian tersebut diterima dari masyarakat yang kemudian diteruskan kepada Posko Siaga Darurat Bencana Karhutla BPBD Kapuas untuk segera ditindaklanjuti.

Kepala BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan Tim Posko Regu III untuk melakukan pengecekan ke lokasi sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Langkah cepat tersebut dilakukan guna memastikan penanganan berjalan efektif dan mencegah potensi meluasnya kebakaran.

"Begitu menerima laporan dari masyarakat, tim kami langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa. Berdasarkan hasil koordinasi di lapangan, api telah berhasil ditangani secara bersama-sama oleh lintas sektor, pemerintah desa, dan masyarakat," ujar Pangeran S. Pandiangan.

Pangeran mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Menurutnya, kewaspadaan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah munculnya titik api baru yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih besar.

BPBD Kabupaten Kapuas memastikan pemantauan terhadap wilayah rawan karhutla akan terus dilakukan selama masa siaga darurat. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan. (SABRIANOOR/H)