PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Tantawi Jauhari, mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewaspadai dampak fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan, terutama di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.

Menurut Tantawi, El Nino dapat menyebabkan curah hujan menurun, kekeringan berkepanjangan, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi produktivitas sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan.

"Dampak El Nino terhadap sektor pangan tidak boleh dianggap remeh. Pemerintah harus menyiapkan langkah antisipasi sejak dini agar produksi pangan tetap terjaga dan masyarakat tidak menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok," ujarnya, saat dikonfirmasi Senin 3 Agustus 2026.

Ia meminta dinas terkait memperkuat pendampingan kepada petani melalui penyediaan sarana produksi, pengelolaan irigasi, serta pemanfaatan teknologi pertanian yang mampu menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

"Kita mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan cadangan pangan daerah dan memperkuat pengawasan distribusi bahan pokok agar pasokan tetap aman serta harga tetap stabil di pasaran," ingatnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya pencegahan karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api maupun membakar sampah, karena kebakaran dapat memperparah dampak El Nino terhadap lingkungan dan sektor pangan.

Tantawi berharap pemerintah, pelaku usaha, petani, dan masyarakat dapat bersinergi menghadapi potensi dampak El Nino sehingga ketahanan pangan di Kota Palangka Raya tetap terjaga dan inflasi pangan dapat dikendalikan. (MARINI/H)