BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah menjadi fokus pembahasan dalam Talkshow Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GEKRAFS Lamandau bertajuk Ekonomi Kreatif dari Daerah untuk Indonesia yang digelar di Aula Bappedalitbang Kabupaten Lamandau, Minggu, 2 Agustus 2026
"Ekonomi kreatif tidak bisa berkembang sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan generasi muda agar mampu melahirkan inovasi yang berdaya saing," kata Bupati Rizky.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Rizky didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Lamandau, Norol Latifah Rizky Aditya Putra.
Talkshow juga dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GEKRAFS, Ketua DPW GEKRAFS Kalimantan Tengah, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, serta tamu undangan lainnya.
"Forum seperti ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan menyusun langkah bersama dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Lamandau," ujar Bupati Rizky.
Bupati Rizky menjelaskan, ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah karena mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta mendorong pertumbuhan sektor lain seperti pariwisata, UMKM, kuliner, dan kerajinan.
"Jika sektor ekonomi kreatif berkembang, dampaknya akan dirasakan oleh banyak sektor. Inilah yang kami harapkan dapat memperkuat perekonomian masyarakat," ucap Bupati Rizky.
Pada sesi diskusi, Bupati Rizky bersama perwakilan DPP GEKRAFS, Deryansha Azhary membahas strategi pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Pembahasan mencakup penguatan kapasitas pelaku usaha kreatif, perluasan jejaring, hingga peningkatan daya saing produk agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
"Kami ingin karya dan produk kreatif dari Lamandau semakin dikenal, memiliki nilai jual yang tinggi, serta mampu bersaing di tingkat nasional. Untuk itu, sinergi semua pihak harus terus diperkuat," tutup Bupati Rizky.(NATALIA)









