SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman peredaran narkotika meski saat ini pemerintah daerah tengah fokus menghadapi kebakaran hutan dan lahan serta persiapan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Di tengah kesibukan menghadapi karhutla dan persiapan 17 Agustus, jangan sampai kita lengah terhadap bahaya narkoba," kata Halikinnor, Selasa, 4 Agustus 2026.

Ia mengatakan keberadaan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim merupakan hasil perjuangan berbagai pihak mengingat daerah ini sebelumnya masuk kategori rawan peredaran narkoba.

Menurut Halikinnor, Pemkab Kotim juga telah mendukung operasional BNNK dengan menghibahkan aset daerah agar lembaga tersebut dapat segera menjalankan tugasnya.

"Dulu kita berjuang agar Kotim bisa memiliki BNNK karena daerah kita termasuk kawasan rawan. Alhamdulillah sekarang sudah berdiri dan pemerintah daerah juga telah menghibahkan gedung untuk mendukung operasionalnya," ujarnya.

Ia menegaskan pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada BNNK maupun kepolisian.

Seluruh unsur pemerintah dan masyarakat harus ikut terlibat dalam upaya pencegahan maupun pemberantasan peredaran barang haram tersebut.

Halikinnor mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mengarah pada penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, sehingga dapat ditindaklanjuti aparat penegak hukum. (DEWI PATMALASARI/R)