PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Keikutsertaan dua taekwondoin Kalimantan Tengah, Davisha Aurilatia dan Biru Langit Abdillah pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 menjadi momentum untuk mengukur kemampuan atlet daerah di level internasional.

Sekretaris Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kalteng, Novi Iskandarsyah mengatakan kejuaraan yang berlangsung di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta ini menjadi ajang pemanasan bagi atlet Kalteng untuk menunjukkan kualitas terbaiknya.

"Ini tentu merupakan pemanasan bagi atlet-atlet Kalimantan Tengah untuk menunjukkan kualitas terbaik dan bersaing di panggung internasional," kata Novi yang ditunjuk sebagai pendamping atlet seperti dalam rilis kepada Borneonews pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurutnya pengalaman bertanding di kejuaraan internasional menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet taekwondo Kalteng.

Selain mengasah kemampuan, kompetisi tersebut juga menjadi sarana evaluasi untuk menghadapi agenda olahraga yang lebih besar ke depan.

Novi menambahkan, keikutsertaan atlet Kalteng dalam kejuaraan tersebut juga berkaitan dengan persiapan menuju Babak Kualifikasi (BK) PON 2028.

Pada ajang yang berlangsung 1–5 Agustus 2026 itu, Davisha Aurilatia turun pada kategori Individual Female Poomsae U-30 dan Pair Poomsae U-30. Sedangkan Biru Langit Abdillah bertanding di nomor Individual Freestyle Putra dan Pair Poomsae U-30.

Ketua Pengprov TI Kalteng, Deddy Indarto, turut memberikan motivasi kepada kedua atlet agar tampil dengan penuh totalitas dan menjunjung tinggi sportivitas.

"Selamat bertanding Biru Langit Abdillah dan Davisha Aurilatia. Tunjukkan kerja keras, disiplin, dan mental juara yang sudah kalian bangun selama latihan," kata Deddy.

Ajang berstatus World Taekwondo G2 tersebut diikuti 478 taekwondoin dari 36 negara. Kejuaraan ini sekaligus menjadi panggung perburuan poin ranking dunia menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan pemanasan menuju Asian Games 2026.

Sementara itu, Ketua Umum PB TI, Letjen TNI Richard Tampubolon, menegaskan kolaborasi dengan TNI dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan kejuaraan berskala dunia tersebut berlangsung aman, tertib, dan sesuai standar internasional.(TESTI PRISCILLA/R)