BORNEONEWS, Palangka Raya - Satgas Udara menjadi salah satu ujung tombak dalam operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah melalui patroli dan pemantauan titik panas di berbagai wilayah.
Operasi udara melibatkan empat regu yang bertugas melaksanakan patroli, pemantauan hotspot, pengintaian kondisi lapangan, serta mendukung pemadaman apabila dibutuhkan.
Pemantauan dari udara menjadi strategi utama untuk menentukan prioritas penanganan di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
"Penanganan Karhutla terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, mulai dari dukungan helikopter hingga regu pemadam di darat."
"Seluruh personel bekerja sesuai tugasnya masing-masing dan terus melaporkan perkembangan kondisi di lapangan," kata Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib di Palangka Raya, Selasa, 4 Agustus 2026.
Satgas Pemadam Udara mengoperasikan dua unit patroli udara, yakni Bell 206 L3/PK-FBH dan Grand Caravan Cessna 208B-EX/PK-FPU.
Selain itu, dua helikopter water bombing, yaitu SA330J Puma/N-814AR dan Sikorsky EH-60A Blackhawk/ZK-HKU, disiagakan untuk mendukung operasi pemadaman saat kondisi darurat.
Informasi yang diperoleh dari patroli udara menjadi dasar dalam menentukan pengerahan personel maupun peralatan sehingga penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terarah.
"Seluruh personel bekerja sesuai tugasnya masing-masing dan terus melaporkan perkembangan kondisi di lapangan," tutup Ahmad Toyib. (HERMAWAN DP/R)









