PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kehutanan (Dishut) terus mengerahkan personel guna melakukan upaya pemadaman di berbagai titik kebakaran yang terdeteksi.

Salah satu lokasi yang mendapatkan penanganan intensif berada di Desa Keruing, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan.

Dalam operasi tersebut, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mentaya Hulu Seruyan Hilir turut mengerahkan satu regu perbantuan untuk memperkuat tim yang sudah lebih dulu bertugas di lapangan dalam mengendalikan kobaran api.

Upaya pemadaman dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan, mulai dari faktor cuaca hingga akses menuju titik kebakaran yang sulit. Petugas bekerja secara teliti untuk mencegah api merambat lebih luas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi kawasan hutan maupun pemukiman warga di sekitarnya.

Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dalam bentuk apa pun.

Ia juga meminta peran aktif semua elemen untuk ikut mencegah karhutla dengan segera melaporkan jika menemukan titik api di lingkungan masing-masing.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining menjelaskan bahwa pihaknya terus mengoordinasikan seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis KPH serta tim pemadam untuk mempercepat penanganan di berbagai wilayah yang terdampak.

"Seluruh personel kami tetap siaga dan terus bergerak melakukan pemadaman serta patroli di daerah rawan kebakaran. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar, karena pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam mengurangi risiko karhutla," ujar Agustan, Selasa, 4 Agustus 2026.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap sinergi yang erat antara pemerintah, aparat keamanan, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus penanganan karhutla, sehingga dampak buruk terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas warga dapat diminimalkan sebaik mungkin.

"Stop bakar hutan dan lahan mari sama sama kita jaga alam kita," pungkasnya. (PATHUR/j)