PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kota Palangka Raya, telah memasuki musim kemarau.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ihsan mengatakan, berdasarkan analisis kondisi atmosfer terkini, curah hujan di Kalimantan Tengah pada awal Agustus 2026 diprakirakan berada dalam kategori rendah.

“Berdasarkan prediksi curah hujan dasarian, pada periode 1 hingga 10 Agustus 2026, curah hujan di Kalimantan Tengah secara umum berada dalam kategori rendah,” kata Ihsan saat dikonfirmasi, Selasa, 4 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, peluang hujan diprakirakan semakin berkurang pada periode 5 hingga 10 Agustus 2026.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah sedang memasuki puncak musim kemarau.

Menurut Ihsan, minimnya curah hujan dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan yang memiliki lahan gambut.

Masyarakat diminta tidak membuka lahan maupun membakar sampah karena api berpotensi menyebar dengan cepat saat kondisi cuaca panas dan kering.

“BMKG mengingatkan bahwa minimnya curah hujan dapat meningkatkan potensi karhutla, terutama di kawasan yang memiliki lahan gambut. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang dapat memicu munculnya titik api,” ujarnya.

Selain meningkatkan risiko karhutla, musim kemarau berpotensi menurunkan kualitas udara akibat kabut asap dan mengurangi ketersediaan air di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Ihsan meminta masyarakat terus memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca dan segera melaporkan apabila menemukan titik api selama musim kemarau. (MARINI/j)