BORNEONEWS, Palangka Raya - Dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 turut mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan di Kalimantan Tengah.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan momentum tahun ajaran baru menjadi salah satu catatan peristiwa yang memengaruhi perkembangan harga selama Juli 2026.
"Dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 mendorong kenaikan harga pada komoditas terkait pendidikan," ujar Toto pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Kenaikan harga komoditas pendidikan tersebut terjadi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam mempersiapkan keperluan sekolah. Kondisi ini menjadi bagian dari dinamika harga yang turut dicermati BPS dalam perkembangan inflasi daerah.
Berdasarkan data BPS, inflasi Year-on-Year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Tengah pada Juli 2026 mencapai 4,32 persen. Adapun inflasi y-on-y tertinggi tercatat di Kabupaten Kapuas dengan angka 4,78 persen.
"Meningkatnya permintaan terhadap berbagai kebutuhan pendidikan pada momentum tahun ajaran baru menjadi salah satu faktor yang mewarnai pergerakan harga," tuturnya.
Perkembangan tersebut turut menjadi bagian dari dinamika inflasi Kalimantan Tengah pada Juli 2026. (TESTI PRISCILLA/j)









