PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kerap melakukan penertiban simpatik terhadap pedagang bendera musiman di wilayah Kota Pangkalan Bun. 

Penertiban tersebut menyasar pedagang yang memanfaatkan badan jalan maupun fasilitas umum sebagai lokasi berjualan, khususnya di sepanjang jalan dalam kota. 

Petugas mendatangi para pedagang secara persuasif, sekaligus memberikan edukasi terkait penggunaan fasilitas umum. Para pedagang diimbau tidak lagi menggunakan trotoar maupun bahu jalan sebagai tempat berjualan. 

Kepala Satpol PP Kobar, Syahruni, menegaskan pihaknya tidak melarang masyarakat berjualan atribut kemerdekaan, maupun mencari rezeki menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun, aktivitas tersebut harus dilakukan dengan tetap memperhatikan ketertiban dan keselamatan bersama. “Silakan berjualan, tetapi carilah lokasi yang aman dan tidak menggunakan trotoar atau badan jalan sehingga tidak mengganggu hak pejalan kaki maupun arus kendaraan,” ujar Syahruni, Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurutnya, penertiban yang dilakukan saat ini mengedepankan pendekatan humanis. Petugas tidak langsung melakukan tindakan represif, tetapi memberikan pemahaman kepada pedagang agar dapat mematuhi ketentuan yang berlaku.

Syahruni menambahkan, kegiatan imbauan dan penertiban akan dilakukan secara berkala, terutama di sejumlah fasilitas umum dan ruas jalan protokol yang menjadi lokasi berjualan pedagang musiman.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar dapat menjaga ketertiban secara mandiri, sekaligus memastikan fasilitas umum tetap dapat digunakan sesuai fungsinya.

“Pengawasan akan terus kami lakukan agar fasilitas umum dan jalan protokol tetap aman, tertib dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Satpol PP Kobar berharap semarak penjualan atribut HUT RI tetap dapat dirasakan masyarakat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, tanpa mengesampingkan aspek ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan.

Dengan pendekatan persuasif, masyarakat diharapkan turut berperan menjaga wajah Kota Pangkalan Bun tetap tertib dan nyaman selama momentum perayaan kemerdekaan. (DANANGy)