PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM) sebagai salah satu langkah menjaga stabilitas harga pangan dan melindungi daya beli masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang diikuti Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri.

"Gerakan Pasar Murah akan terus dimasifkan di seluruh kabupaten/kota, khususnya pada wilayah yang mengalami lonjakan harga komoditas strategis sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat," ujar Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko di Ruang Rapat Bajakah, Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Dalam rakor tersebut disampaikan perkembangan harga pangan nasional hingga Juli 2026. Beberapa komoditas seperti bawang putih dan beras masih mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah.

Sementara itu, harga minyak goreng, daging sapi, cabai merah, dan udang basah relatif stabil. Adapun harga daging ayam ras, gula pasir, cabai rawit, dan bawang merah cenderung mengalami penurunan di lebih banyak wilayah.

"Pemprov Kalteng juga akan terus mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pasar Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan dan melindungi daya beli masyarakat," pungkas Yuas. (HERMAWAN DP/y)