BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, memperkenalkan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN), sebagai upaya memperkuat pengawasan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Kapuas Rayyana Aurora Nur Asysyifa di Kuala Kapuas, Selasa, mengatakan sosialisasi pengenalan fitur uji organoleptik berbasis digital ini merupakan metode penilaian kualitas makanan melalui aspek rasa, aroma, tekstur, dan tampilan fisik.
"Itu sangat diperlukan sebagai upaya memastikan makanan yang disajikan layak dikonsumsi serta memenuhi standar gizi, sebelum diberikan kepada para penerima manfaat," ucapnya.
Menurutnya, pelaksanaan uji organoleptik sebenarnya telah dilakukan sebelumnya oleh masing-masing PIC (Person In Charge) sekolah, namun masih menggunakan pelaporan manual berbasis kertas yang hanya dilaporkan hingga tingkat SPPG.
"Melalui sistem baru, seluruh hasil penilaian wajib di-input langsung ke dalam SIPGN, sehingga data dapat terdokumentasi secara terstruktur, dipantau secara real time, dan terhubung langsung dengan BGN RI di tingkat pusat," kata Aurora.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kapuas Suwarno Muriyat berharap penerapan sistem digital tersebut mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program MBG secara berkelanjutan, melalui penguatan fungsi pengawasan yang melibatkan partisipasi para penerima manfaat.
Dia mengatakan pelaporan uji organoleptik menjadi instrumen penting bagi sekolah untuk memberikan umpan balik mengenai kualitas layanan Program MBG, mulai dari tingkat kesukaan terhadap menu, kebersihan dan estetika penyajian, mutu gizi, higienitas, hingga ketepatan waktu pendistribusian makanan.
"Saya mengajak seluruh PIC sekolah penerima manfaat agar aktif mendukung implementasi SIPGN dan bersinergi dengan BGN dalam upaya meningkatkan kualitas serta akuntabilitas pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Kapuas," kata Suwarno Muriyat.
ANTARA









