JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo menegaskan Indonesia merupakan negara yang aman bagi investor dan pelaku usaha global untuk menjalankan bisnis.

Hashim mengatakan Indonesia memiliki komitmen terhadap prinsip non-alignment atau politik luar negeri bebas aktif yang membuat Indonesia terbuka bagi investasi dari berbagai negara.

"Kami telah memegang teguh kebijakan yang kami sebut sebagai non-blok. Dengan kata lain, kami adalah negara yang bersikap sepenuhnya netral," kata dia dalam Indonesia-Thailand Business Forum di Jakarta, Selasa.

Dirinya menyebut Indonesia menerima investasi dari berbagai negara, mulai dari Rusia, China, Amerika Serikat, Eropa, Jepang hingga Australia.

"Dan kami dapat meyakinkan seluruh investor dan mitra dagang mengenai keandalan, serta fakta bahwa investasi anda aman. Investasi anda aman dan akan selamanya aman," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hashim juga mengingatkan hubungan Indonesia dan Thailand telah terjalin erat sejak lama. Kedua negara, kata dia, memiliki pengalaman menghadapi tantangan ekonomi yang sama, termasuk krisis finansial Asia pada 1997.

Ia menuturkan saat krisis tersebut, Indonesia dan Thailand sama-sama mengalami tekanan ekonomi. Namun, perusahaan-perusahaan kedua negara mampu bertahan dan menunjukkan ketahanan bisnis.

Menurut Hashim, keterkaitan ekonomi kedua negara juga terlihat dalam berbagai aktivitas perdagangan dan industri.

Lebih lanjut, Hashim menilai kondisi global saat ini semakin mendorong Indonesia dan Thailand untuk memperkuat kolaborasi guna menghadapi berbagai tekanan global, termasuk kenaikan harga energi yang berdampak terhadap harga komoditas.

Di sisi perdagangan, Hashim yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi optimistis hubungan ekonomi Indonesia-Thailand terus meningkat.

Ia menyebut kedua negara dalam waktu dekat diharapkan mampu mencapai target perdagangan bilateral sebesar 20 miliar dolar AS.

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Thailand menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai 20 miliar dolar AS pada 2030 melalui penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor.

Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan pers bersama usai menerima kunjungan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin malam (3/8).

"Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kita. Kami optimistis target perdagangan sebesar 20 miliar dolar AS pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," kata Prabowo.

Dalam kunjungan PM Thailand ke Indonesia yang pertama dalam 15 tahun terakhir itu, kedua pemimpin mengadopsi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026–2030 sebagai pedoman memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang.

ANTARA