KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Proses pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) mulai menunjukkan perkembangan. Satu unit generator berkapasitas 54 megawatt (MW) di PLTU Asam-Asam yang mengalami kerusakan saat ini tengah menjalani perbaikan intensif, sementara pasokan listrik dari sistem interkoneksi dijadwalkan kembali masuk pada Rabu, 5 Juli 2026 sekitar pukul 22.00 WITA.

Dari sumber Media Center Pemprov Kalsel, perkembangan tersebut dipastikan setelah Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, meninjau langsung proses perbaikan di PLTU Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut, Selasa, 4 Agustus 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan perbaikan berjalan sesuai rencana sehingga sistem kelistrikan Kalselteng dapat segera kembali normal.

Dalam keterangannya, Muhidin mengatakan kunjungan bersama Forkopimda bertujuan memastikan kesiapan PLTU Asam-Asam maupun pembangkit lainnya dalam menopang kembali pasokan listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Berdasarkan penjelasan pihak PLN, lanjut Muhidin, PLTU Asam-Asam memiliki enam unit generator dengan total kapasitas sekitar 500 MW. Dari kapasitas tersebut, satu unit berkapasitas 54 MW mengalami kerusakan dan kini masih menjalani proses perbaikan secara intensif. Semula penyelesaiannya diperkirakan melewati Agustus, namun berdasarkan laporan terbaru dari PLN, unit tersebut ditargetkan dapat kembali beroperasi pada 25 Agustus 2026.

Selain itu, Gubernur juga memperoleh kepastian bahwa pasokan listrik dari sistem interkoneksi akan mulai kembali menyuplai kebutuhan listrik Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 22.00 WITA setelah melalui tahapan uji coba transfer daya.

Meski demikian, Muhidin mengingatkan seluruh pihak agar tetap siaga. Menurutnya, kondisi sistem kelistrikan masih perlu diawasi hingga unit pembangkit di PLTU Asam-Asam benar-benar selesai diperbaiki dan kembali beroperasi. Ia juga meninjau langsung pekerjaan perbaikan yang dilakukan sekitar lima teknisi secara bergantian selama 24 jam, disertai pemeriksaan menyeluruh menggunakan kamera khusus untuk memastikan tidak ada lagi komponen yang mengalami kerusakan.

"Pekerjaan dilakukan terus-menerus selama 24 jam dengan sistem shift. Semua bagian mesin diperiksa satu per satu agar saat beroperasi nanti benar-benar dalam kondisi aman dan optimal," tutup Muhidin. (SABRIANOOR/H)