BORNEONEWS, Palangka Raya - Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palangka Raya sejak dini hari pada Rabu, 5 Agustus 2026. Pantauan Borneonews, asap pekat yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan atau karhutla ini membuat jarak pandang menurun serta menimbulkan bau asap yang cukup menyengat di sejumlah wilayah kota.
Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat sejak pagi hari. Anak-anak yang berangkat ke sekolah harus melintasi jalanan dengan jarak pandang yang terbatas. Kabut asap juga terlihat menyelimuti permukiman, jalan raya, hingga kawasan pusat kota.
Pekatnya kabut asap diduga merupakan dampak dari karhutla yang terjadi di kawasan Hiu Putih Ujung pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kebakaran di lokasi tersebut menyebabkan kepulan asap menyebar ke Kota Palangka Raya seiring kondisi cuaca dan arah angin.
"Kami mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta turut mendukung langkah pencegahan dan penegakan hukum yang dilakukan kepolisian," kata Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Dedy Supriadi seperti dikutip dalam pemberitaan Borneonews sebelumnya soal kebakaran di Hiu Putih Ujung.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin memburuk.
Hingga berita ini ditulis, kabut asap masih menyelimuti sebagian besar wilayah Palangka Raya. Belum ada informasi resmi mengenai tingkat kualitas udara maupun perkembangan terbaru penanganan kebakaran di kawasan Hiu Putih Ujung.
"Kami mengharapkan Pemerintah bersama tim gabungan dapat segera mengendalikan titik-titik kebakaran agar kabut asap tidak semakin meluas dan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar, dapat berlangsung dengan aman dan nyaman," kata Nathalia, salah seorang wali murid yang mengantar peserta didik ke sekolah. (TESTI PRISCILLA/j)









