BORNEONEWS, Sampit – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin meluas. Tidak hanya menyelimuti Kota Sampit, kabut asap kini juga dirasakan warga Kecamatan Kota Besi pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Kabut asap yang tampak sejak pagi membuat jarak pandang menurun dan mengganggu aktivitas masyarakat. Selain itu, bau asap yang cukup pekat mulai terasa hingga masuk ke permukiman warga.
Salah seorang warga Kecamatan Kota Besi Yuliansyah mengatakan kondisi kabut asap di wilayahnya semakin terlihat dibanding hari-hari sebelumnya. Sejak pagi, lapisan asap menyelimuti kawasan tersebut sehingga pemandangan menjadi buram.
"Terpantau kondisi Kecamatan Kota Besi kembali diselimuti asap tebal atau kabut. Kondisi serupa juga dirasakan di sejumlah wilayah sekitar," katanya.
Menurutnya, selain membatasi jarak pandang, aroma asap pembakaran juga cukup menyengat sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama saat berada di luar rumah dalam waktu yang lama.
Ia mengaku mulai khawatir apabila kondisi tersebut terus berlanjut, mengingat kabut asap dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
"Semoga kondisi kabut asap ini segera membaik sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan nyaman seperti biasa," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









