PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah melalui Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Damkarhutla) terus memperkuat upaya penanganan karhutla di sejumlah wilayah.

Langkah yang diambil meliputi operasi pemadaman, pemantauan rutin, patroli, serta penguatan langkah pencegahan guna mencegah kebakaran meluas di tengah musim kemarau.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining menjelaskan, seluruh operasi dilaksanakan secara terpadu dengan mengerahkan seluruh personel, sarana, dan prasarana yang tersedia.

Setiap unsur bekerja sesuai perannya masing-masing dan rutin melaporkan perkembangan kondisi di lapangan.

“Penanganan Karhutla terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Seluruh personel bekerja sesuai tugasnya dan terus melaporkan perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Agustan, Rabu, 5 Agustus 2026.

Pemantauan lapangan menjadi strategi utama untuk menentukan prioritas penanganan, terutama di lokasi yang aksesnya sulit dijangkau. Hasil patroli menjadi dasar penentuan langkah pemadaman maupun pencegahan di wilayah yang berpotensi rawan.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut untuk periode 2 Agustus 2026 pukul 00.00–23.00 WIB, terdeteksi 125 titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah. Kondisi cuaca saat itu umumnya cerah hingga cerah berawan dengan kecepatan angin 8 - 16 km/jam dan jarak pandang 8–10 km.

Hasil verifikasi melalui patroli drone, sistem Sipongi, dan Fine Fuel Moisture Code menunjukkan kondisi karhutla secara umum masih terkendali. Sebagian besar titik panas sudah dinyatakan HS Target Clear, tersebar di Mantangai (Kapuas), Dusun Hilir (Barito Selatan), Bulik Timur (Lamandau), serta Bukit Santuai, Antang Kalang, dan Parenggean (Kotawaringin Timur).

Meski demikian, sejumlah lokasi masih memerlukan perhatian khusus, antara lain Dusun Hilir yang masih ada sisa asap, serta Paju Epat, Paku (Barito Timur), dan Manuhing (Gunung Mas). Aktivitas pembukaan lahan juga terus dipantau untuk mencegah munculnya titik api baru.

Dishut Kalteng juga memperkuat pencegahan dengan melibatkan Masyarakat Peduli Api, patroli kawasan gambut, pengecekan sumber air, serta sosialisasi larangan membakar lahan beserta ancaman sanksi pidana.

"Dua regu Damkarhutla juga melakukan siaran keliling di Jalan Nagasari dan Kelurahan Petuk Ketimpun Palangka Raya, membagikan leaflet, brosur, dan masker sekaligus mengimbau warga segera melapor jika menemukan titik api," pungkasnya. (PATHUR/R)