PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS - Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS memperkuat sistem ketertelusuran atau traceability dalam rantai pasok kelapa sawit. Berdasarkan data perusahaan, tingkat ketertelusuran hingga ke perkebunan atau Traceability to Plantation atau TTP telah mencapai 100 persen.

Chief Sustainability Officer, PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS Tbk, Henky Satrio Wibowo mengatakan ketertelusuran menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan bahan baku yang masuk ke dalam rantai pasok perusahaan dapat diketahui asal-usulnya.

"Traceability merupakan bagian penting dari tata kelola rantai pasok. Dengan mengetahui asal bahan baku, perusahaan dapat memastikan sumbernya dan melakukan pemantauan terhadap standar keberlanjutan yang diterapkan," kata Henky kepada Borneonews pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Dalam materi perusahaan, komposisi sumber Tandan Buah Segar (TBS) pada 2025 terdiri atas produksi dari kebun inti sebesar 1.447.287.505,85 kilogram, petani kecil atau smallholders sebesar 44.371.843,81 kilogram, dan pihak ketiga sebesar 516.974.667,57 kilogram.

Dengan demikian, total produksi yang tercatat dalam FFB Sourcing Statistics mencapai 2.008.634.017,23 kilogram. Data tersebut menunjukkan bahwa rantai pasok perusahaan berasal dari berbagai sumber yang mencakup kebun inti, petani swadaya, maupun pihak ketiga.

Ketertelusuran bukan sekadar pencatatan administratif, melainkan menjadi instrumen untuk memastikan penerapan prinsip keberlanjutan dalam rantai pasok.

Sistem tersebut juga penting dalam menghadapi tuntutan konsumen dan pasar internasional yang semakin membutuhkan kepastian mengenai asal-usul komoditas.

"Ketertelusuran memberikan dasar bagi perusahaan untuk melakukan pengawasan dan evaluasi secara lebih baik. Kami ingin memastikan bahwa rantai pasok yang terhubung dengan perusahaan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya lagi.

Penguatan sistem ketertelusuran tersebut menjadi bagian dari strategi keberlanjutan SSMS. Sebelumnya, publikasi terkait perusahaan juga menyebut SSMS telah mencatat ketertelusuran penuh atas hampir 2 juta ton TBS dan seluruh operasionalnya telah tersertifikasi ISPO.(TESTI PRISCILLA)