PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejumlah peristiwa mewarnai perkembangan harga dan ekonomi Kalimantan Tengah sepanjang Juli 2026.

Dinamika tersebut mulai dari pemadaman listrik bergilir, kenaikan harga daging ayam ras, penyesuaian harga BBM non-subsidi hingga perkembangan komoditas pangan dan emas.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan pemadaman listrik bergilir dengan frekuensi tinggi dan durasi lama berdampak terhadap operasional usaha, meningkatnya biaya operasional maupun penurunan produksi di berbagai sektor.

"Selain itu, harga daging ayam ras kembali naik setelah empat bulan berturut-turut mengalami penurunan pada Maret hingga Juni," kata Toto pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Penyesuaian harga BBM non-subsidi pada 1 Juli 2026 juga menurut Toto masih memberikan efek lanjutan terhadap kenaikan harga secara rata-rata.

"Dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 mendorong kenaikan harga pada komoditas terkait pendidikan," ujar Toto lagi.

Di sisi lain, sejumlah perkembangan memberikan tekanan berbeda terhadap harga. Panen raya bawang merah yang berlangsung serentak di beberapa sentra produksi membuat pasokan berlimpah.

Sementara harga telur ayam ras mengalami penurunan signifikan karena melimpahnya pasokan dari sentra produksi di Jawa Timur. Harga emas perhiasan juga turun mengikuti perkembangan harga emas dunia.

Berdasarkan data BPS, berbagai dinamika tersebut berlangsung di tengah inflasi Year-on-Year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Tengah pada Juli 2026 yang tercatat sebesar 4,32 persen. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas dengan angka mencapai 4,78 persen.

Kondisi tersebut menggambarkan beragamnya faktor yang memengaruhi perkembangan harga di daerah, mulai dari energi, pangan, pendidikan hingga komoditas yang dipengaruhi pasar global.(TESTI PRISCILLA)